Paris FC meraih kemenangan beruntun atas Lorient dengan kemenangan 2-0 di Stade Jean-Bouin yang mengangkat mereka ke paruh atas klasemen Ligue 1.
Pertemuan dua tim promosi ini memberi kedua tim kesempatan untuk memperbaiki posisi mereka menjelang musim dingin. Dengan tim pendatang baru di divisi utama ini memiliki dua pertahanan paling rapuh di Ligue 1 sejauh musim ini, pertandingan ini menjanjikan akan menjadi pertandingan yang menghibur, dan tuan rumah lah yang mendominasi sepanjang babak pertama.
Paris mengira mereka telah unggul saat pertandingan baru berjalan tiga menit ketika Jean-Philippe Krasso melepaskan tendangan melengkung dari dalam kotak penalti, tetapi gol tersebut dianulir karena offside.
Setelah menguasai bola, Parisians mencetak dua gol dalam rentang waktu lima menit untuk mengambil kendali dengan kuat.
Pertama, bola lepas jatuh ke Krasso di luar kotak penalti, dan kelincahannya membuatnya memberikan umpan terobosan kepada Ilan Kebbal, yang kemudian menaklukkan Yvon Mvogo.
Kemudian, pada menit ke-30, Moses Simon menciptakan ruang untuk umpan silang dari garis gawang, dan ia memberikan umpan kepada Krasso yang mengarahkan bola ke tiang dekat untuk membawa tuan rumah unggul 2-0 di babak pertama.
Ini menjadi kabar buruk bagi Lorient, karena Paris tak terkalahkan dalam enam penampilan terakhir pemain Pantai Gading tersebut dengan mencetak gol.
Pelatih Lorient, Olivier Pantaloni, seharusnya menuntut respons dari timnya di babak kedua, tetapi tampaknya tidak membuahkan hasil karena tim tuan rumah terus mendominasi penguasaan bola.
Tim tamu bisa merasa yakin dengan fakta bahwa Paris hanya mencatatkan dua clean sheet dalam 11 pertandingan sebelumnya, dan belum mencatatkan satu pun clean sheet musim ini, tetapi Les Merlus tidak tampil cukup baik untuk mengancam akan melakukan comeback.
Dalam pertandingan yang tidak banyak menampilkan kualitas serangan yang mumpuni, Lorient hanya berhasil melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan karena upaya comeback mereka tidak membuahkan hasil.
Kemenangan ini – yang ketiga dalam lima pertandingan – membuat Paris naik tiga peringkat ke posisi kedelapan, sementara Les Merlus tetap berada di posisi ke-13 dan hanya berjarak dua poin dari zona degradasi.