
Red Star Belgrade dan Celta Vigo Berbagi Angka, Kedua Tim Bersiap untuk Babak Play-off
BEOGRAD – Pertandingan pekan kedelapan fase liga UEFA Europa League (UEL) antara Red Star Belgrade melawan Celta Vigo berakhir tanpa pemenang. Laga yang berlangsung di Stadion Rajko Mitić yang legendaris pada Kamis malam tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.
Hasil ini memastikan kedua klub harus menempuh jalur babak play-off fase gugur untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar. Meski meraih satu poin di markas lawan yang sulit, Celta Vigo gagal memperbaiki catatan historis mereka di kompetisi benua biru.
Pertempuran di Marakana Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Red Star Belgrade, yang didukung oleh atmosfer riuh para suporternya, sempat mendominasi penguasaan bola. Namun, Celta Vigo menunjukkan pertahanan yang solid dan serangan balik yang efektif.
Poin-poin penting dari hasil pertandingan ini meliputi:
- Tiket Play-off: Tambahan satu poin bagi kedua tim sudah cukup untuk mengamankan posisi di zona play-off fase gugur, namun tidak cukup untuk langsung lolos ke babak 16 besar secara otomatis.
- Catatan Sejarah Celta: Hasil imbang ini memperpanjang rekor kurang memuaskan bagi wakil Spanyol tersebut. Celta Vigo belum pernah memenangkan lebih dari satu pertandingan tandang dalam satu babak grup atau fase liga di kompetisi Eropa yang sama.
- Performa Kandang Red Star: Bagi Red Star, hasil ini mempertahankan reputasi Stadion Rajko Mitić sebagai tempat yang sulit ditaklukkan, meski mereka gagal mengamankan kemenangan penuh.
Analisis Pertandingan “Red Star Belgrade dan Celta Vigo bermain imbang 1-1 di Stadion Rajko Mitić pada pertandingan kedelapan Liga Europa UEFA (UEL), hasil yang membuat kedua tim harus bermain di babak play-off gugur, dan mempertahankan rekor Celta yang belum pernah memenangkan lebih dari satu pertandingan tandang di babak grup atau liga Eropa yang sama,” demikian rangkuman jalannya laga penutup fase liga tersebut.
Kini, fokus kedua tim beralih pada undian babak play-off, di mana mereka berpotensi menghadapi tim-tim peringkat ketiga dari fase liga Liga Champions yang turun kasta ke Liga Europa.