
CAF Jatuhkan Sanksi Larangan Bertanding bagi Luca Zidane dan Rafik Belghali
KAIRO – Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah merilis keputusan resmi terkait insiden kericuhan yang terjadi setelah laga perempat final Piala Afrika (AFCON) antara Aljazair dan Nigeria. Dua pemain kunci Aljazair, penjaga gawang Luca Zidane dan bek Rafik Belghali, dijatuhi sanksi larangan bertanding akibat keterlibatan mereka dalam keributan di lorong stadion.
Kronologi Insiden Ketegangan memuncak sesaat setelah peluit panjang berbunyi, yang memastikan kemenangan Nigeria atas Aljazair. Emosi yang meluap karena hasil mengecewakan tersebut berubah menjadi konfrontasi fisik saat para pemain menuju ruang ganti.
Laporan dari pengawas pertandingan menyebutkan adanya tindakan tidak sportif dan provokasi berlebihan. Berdasarkan bukti rekaman video, Rafik Belghali dinilai melakukan pelanggaran yang lebih berat, sehingga ia dijatuhi sanksi larangan empat pertandingan. Sementara itu, Luca Zidane mendapatkan sanksi dua pertandingan karena keterlibatannya dalam aksi saling dorong dengan staf ofisial lawan.
Kerugian Bagi Timnas Aljazair Sanksi ini menjadi pukulan telak bagi Les Fennecs. Meskipun mereka sudah tersingkir dari turnamen AFCON edisi kali ini, larangan bermain tersebut akan berlaku pada pertandingan resmi internasional di bawah naungan CAF berikutnya, termasuk laga kualifikasi Piala Dunia atau kualifikasi AFCON mendatang.
Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding terkait durasi hukuman Belghali, namun peluang untuk pembatalan sanksi dinilai cukup kecil mengingat ketegasan CAF terhadap isu disiplin pemain.
Pernyataan CAF “Tindakan kekerasan dan perilaku tidak sportif tidak memiliki tempat dalam sepak bola Afrika. Keputusan ini diambil untuk memberikan pesan kuat bahwa integritas turnamen dan keselamatan seluruh pihak di lapangan adalah prioritas utama,” tulis pernyataan resmi komite disiplin CAF.
Kini, Aljazair harus menata ulang kekuatan mereka tanpa kehadiran dua pemain bertahan tersebut di awal kampanye internasional mendatang, sembari melakukan evaluasi internal terkait kedisiplinan pemain di bawah tekanan tinggi.